Selamat Datang di www.nurulfaizahsurabaya.com

Selamat Datang di Website YPP NURUL FAIZAH Surabaya

Website ini kami hadirkan untuk lebih mendekatkan YPP Nurul Faizah dengan masyarakat. Kami berharap konten yang kami sajikan di website ini dapat lebih mengeratkan silaturrahmi dan perkenalan antara kami dengan Anda semua. Saran yang membangun dan masukan positif selalu terbuka untuk kami terima.

Di Mekkah

Saat jamaah haji KBIH Nurul Faizah berada di Mekkah

Di Madinah

Saat jamaah haji KBIH Nurul Faizah sedang berada di Madinah

Di Madinah

Saat jamaah haji KBIH Nurul Faizah sedang berada di Madinah.

Terowongan Mina

Jamaah haji KBIH Nurul Faizah sedang menyusuri Terowongan Mina.

Padang Arafah

Jamaah haji KBIH Nurul Faizah berfoto bersama di Jabal Baidho' (Gunung Magnet) Madinah

Minggu, 09 Desember 2012

Pengertian Haji


Pengertian Haji

Pengertian Haji
Photo Ibadah Haji di Baitullah

Apa itu Haji?

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. [1] Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a (tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain. [2]

Latar belakang ibadah haji

Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul. [2] Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.

Jenis ibadah haji

Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.

Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Di antara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.[3][1]

Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.[1]
Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.

Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.

Kegiatan ibadah haji

Seorang haji di masa Hindia Belanda (litografi berdasarkan gambar oleh Auguste van Pers, 1854)
Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:
Sebelum 8 Zulhijah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.

8 Zulhijah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Zulhijah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.

9 Zulhijah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.

10 Zulhijah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).

11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.

12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf perpisahan).

Sumber : wikipedia

Catatan:
Yayasan Ponpes Nurul Faizah menyelenggarakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)

Sabtu, 08 September 2012

Undangan Halal bi Halal dan Pertemuan Ke-8 Ikatan Persaudaraan Haji KBIH Nurul Faizah tahun 2009

Denah Lokasi

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Anggota Ikatan Persaudaraan Haji
KBIH NURUL FAIZAH Tahun 2009

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu pada acara HALAL BI HALAL 1433 H DAN PERTEMUAN KE-8 IKATAN PERSAUDARAAN HAJI KBIH NURUL FAIZAH TAHUN 2009 yang insya Allah diselenggarakan pada :

Hari          : Minggu
Tanggal     : 16 September 2012
Pukul        : 09.00 WIB
Tempat     : Rumah Bapak/Ibu H.Wahyu P. Kuswanda
                  Jl. Rungkut Mapan Barat VI Blok AF No.05-06 Surabaya
                  Telpon 031-8709731

Semoga kehadiran Bapak/Ibu bermanfaat untuk peningkatan kemabruran haji dan silaturrahim kita semua. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Surabaya,   September 2012
a.n. Pengurus
Ikatan Persaudaraan Haji
KBIH Nurul Faizah 2009

H. WAHYU P. KUSWANDA

Undangan Halal Bi Halal dan Pertemuan Rutin Alumni Haji KBIH Nurul Faizah Tahun 2011

maget
 Jamaah Haji KBIH Nurul Faizah Tahun 2011 sedang di Jabal Baidho' (Gunung Magnet) Madinah 


Kepada Seluruh Alumni Haji KBIH Nurul Faizah Tahun 2011, dimohon kehadirannya dalam pertemuan rutin 3 bulanan sekaligus HALAL BI HALAL yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 09 September 2012, pukul 09.00 WIB di rumah Ibu Hj. LAUGI, JALAN PANDUGO PRAJA I NO.80 SURABAYA Telpon 031-8794273. Terima kasih.